Home » » Bagaimana Hukum Wirid dan Puasa Khusus

Bagaimana Hukum Wirid dan Puasa Khusus

Wirid adalah suatu amalan yang dilakukan ntuk hajat atau tujuan duniawi seperti agar kulit kebar, rizki lancer selamat dari kejahatan.  Jamaah NU biasa membaca wiridan setiap selesai menjalankan sholat fardhu yaitu membaca istihfar, kalimat-kalimat thoyibah, dzikir dan do’a secara berjamaah. Dan biasanya membaca wiridhan itu di impin oleh imam sholat dan diikuti oleh para makmum dibelakangnya kadang secara bersamaan kadang juga bergantian
Diantara kebaikan yang mudah untuk kita amalkan adalah berdzikir setelah melaksanakan shalat wajib yang lima waktu. Dzikir (wirid) ini sangat penting karena diantara fungsinya adalah sebagai penyempurna dari kekurangan dalam shalat kita. Bahkan dzikir setelah shalat fardhu merupakan perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, walaupun dalam keadaan genting sekalipun seperti dalam keadaan perang. Sebagaimana firman-Nya:
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (An-Nisa’: 103)
Ayat tersebut terkait dengan kondisi perang, maka dalam kondisi aman tentu lebih memungkinkan untuk melaksanakan dzikir. Seorang muslim yang berdzikir setelah shalat hendaknya mencukupkan dengan dzikir-dzikir yang telah disyari’atkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam bukan dengan dzikir yang tidak  dicontohkan oleh beliau, yang tidak disyari’atkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ditulis Oleh : Dzaky Sulaiman ~Materi Pendidikan

seocips.com Anda sedang membaca artikel berjudul Bagaimana Hukum Wirid dan Puasa Khusus yang ditulis oleh Materi Pendidikan yang berisi tentang : yang suka dengan artikel tersebut silahkan Download dan klik share...

Blog, Updated at: 00.25

0 komentar:

Posting Komentar