Bahasa Indonesia ilmiah | Kumpulan Artikel dan Makalah

Bahasa Indonesia ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan ilmiah oleh kelompok masyarakat terpelajar. Kegiatan ilmiah biasanya bersifat resmi. Sebagai kegiatan yang bersifat resmi, ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ragam bahasa Indonesia baku, jadi, bahasa Indonesia ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia baku yang digunakan dalam kegiatan ilmiah oleh sekelompok masyarakat terpelajar.
Meski sama-sama baku, tetapi ada perbedaan  dalam penggunaan bahasa Indonesia baku untuk kegiatan kenegaraan dengan untuk kegiatan ilmiah. Dalam kegiatan ilmiah, penggunaan bahasa Indonesia yang baku harus sesuai dengan sifat keilmuan yang meliputi: benar, logis, cermat dan sistematis.  Selain itu, menurut Nazar (2004: 8), penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan ilmiah, baik apakah itu dalam bentuk tulis maupun lisan, yang juga harus diperhatikan adalah kelengkapan, kecermatan, dan kejelasan pengungkapan ide. Ini dilakukan agar untuk menghindari terjadinya salah tafsir dalam kegiatan ilmiah.

Blog, Updated at: 00.27

Bagaimana Hukum Wirid dan Puasa Khusus

Wirid adalah suatu amalan yang dilakukan ntuk hajat atau tujuan duniawi seperti agar kulit kebar, rizki lancer selamat dari kejahatan.  Jamaah NU biasa membaca wiridan setiap selesai menjalankan sholat fardhu yaitu membaca istihfar, kalimat-kalimat thoyibah, dzikir dan do’a secara berjamaah. Dan biasanya membaca wiridhan itu di impin oleh imam sholat dan diikuti oleh para makmum dibelakangnya kadang secara bersamaan kadang juga bergantian
Diantara kebaikan yang mudah untuk kita amalkan adalah berdzikir setelah melaksanakan shalat wajib yang lima waktu. Dzikir (wirid) ini sangat penting karena diantara fungsinya adalah sebagai penyempurna dari kekurangan dalam shalat kita. Bahkan dzikir setelah shalat fardhu merupakan perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, walaupun dalam keadaan genting sekalipun seperti dalam keadaan perang. Sebagaimana firman-Nya:
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (An-Nisa’: 103)
Ayat tersebut terkait dengan kondisi perang, maka dalam kondisi aman tentu lebih memungkinkan untuk melaksanakan dzikir. Seorang muslim yang berdzikir setelah shalat hendaknya mencukupkan dengan dzikir-dzikir yang telah disyari’atkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam bukan dengan dzikir yang tidak  dicontohkan oleh beliau, yang tidak disyari’atkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Blog, Updated at: 00.25

Tanggung Jawab dalam Pendidikan



Tanggung jawab pendidikan diselenggarakan dengan kewajiban mendidik. Secara umum mendidik ialah membantu anak didik di dalam perkembangan dari daya-dayanya dan didalam penetapan nilai-nilai. Bantun atau bimbingan itu dilakukan dalam pergaulan antara pendidik dan anak didik dalam sistuasi pendidikan yang terdapat dalam lingkungan rumah tangga, sekolah maupun masyarakat. Bimbingan itu adalah aktif dan pasif. Dikatakan “pasif”, artinya si pendidik tidak mendahului “masa peka” tetapi akan menunggu dengan seksama dan sabar.
Bimbingan aktif terletak di dalam : pengembangan daya-daya yang sedang mengalami masa pekanya, pemberian pengetahuan dan kecakapan yang penting untuk masa penting untuk masa depan anak, membangkitkan motif-motif yang dapat menggerakan si anak untuk berbuat sesuai dengan tujuan hidupnya. Pemberian bimbingan ini dilakukan oleh orang tua di dalam lingkungan rumah tangga, para guru di dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.




Blog, Updated at: 00.18

Sekularisme, liberalisme, kapitalisme, Dan orientalisme

Liberalisme pada awalnya muncul saat dunia barat memasuki enlightment ages atau abad pencerahan (sekitar abad ke 16 sampai awal abad 19). Pada saat itu, mulai muncul industri dan perdagangan dalam skala besar yang berbasis teknologi baru. Untuk mengelola kedua hal tersebut muncullah kebutuhan-kebutuhan baru seperti buruh yang bebas dalam jumlah banyak, ruang gerak yang leluasa, mobilitas yang tinggi, dan kebebasan berkreasi. Namun kebutuhan-kebutuhan ini terbentur oleh peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintahan yang feodal.  Maka golongan intelektual yang mengedepankan rasionalitas memunculkan paham liberal. Golongan intelektual ini merasakan keresahan ilmiah (rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencari pengetahuan yang baru) dan artistik umum pada zaman itu.
Secara etimologi sekularisme berasal dari kata saeculum (bahasa latin), mempunai arti dengan dua konotasi waktu dan lokasi: waktu menunjukan kepada pengertian ‘sekarang’ atau ‘kini’, dan waktu menunjuk kepada pengertian ‘dunia’ atau ‘duniawi’. Sekularisme juga memiliki arti fashluddin anil haya, yaitu memisahkan peran agama dari kehidupan yang berarti agama hanya mengurusi hubungan antara individu dan penciptanya saja. Maka sekularisme secara bahasa bisa diartikan sebagai faham yang hanya melihat kepada kehidupan saat ini saja dan di dunia ini. Tanpa ada perhatian sama sekali kepada hal-hal yang bersifat spiritual seperti adanya kehidupan setelah kematian yang notabene adalah inti dari ajaran agama.
Sekularisme secara terminologi sering didefinisikan sebagai sebuah konsep yang memisahkan antara negara (politik) dan agama (state and religion). Yaitu, bahwa negara merupakan lembaga yang mengurusi tatanan hidup yang bersifat duniawi dan tidak ada hubungannya dengan yang berbau akhirat, sedangkan agama adalah lembaga yang hanya mengatur hubungan manusia dengan hal-hal yang bersifat metafisis dan bersifat spiritual, seperti hubungan manusia dengan tuhan. Maka, menurut para sekular, negara dan agama yang dianggap masing-masing mempunyai kutub yang berbeda tidak bisa disatukan. Masing-masing haruslah berada pada jalurnya sendiri-sendiri.





Blog, Updated at: 00.06

Pengertian Unsur dan Ragam Kalimat

Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas. Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis. tidak tahu). Kedua bentuk itu, kata dan frasa, tidak dapat mengungkapkan suatu maksud dengan jelas, kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat. Untuk dapat berkalimat dengan baik, perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat.
Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya.




Blog, Updated at: 23.34

Posisi Akal dan Nafsu dalam Islam serta Kedudukannya dalam pendidikan Islam

Manusia sebagai pelaku dan sasaran pendidikan memiliki alat yang dapat digunakan  untuk mencapai kebaikan, dan keburukan. Alat yang dapat digunakan untuk mencapai kebaikan adalah hati nurani, akal, ruh dan sirr. Sedangkan alat yang dapat digunakan untuk mencapai keburukan adalah nafsu syahwat yang berpusat pada perut dan hawa nafsu amarah yang di dada.
Dalam konteks ini, pendidikan harus berupaya mengarahkan manusia agar memiliki keterampilan untuk dapat mempergunakan alat yang dapat membawa kepada kebaikan, yaitu akal, dan menjauhkannya dari mempergunakan alat yang dapat membawa kepada keburukan, yaitu hawa nafsu.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada bagian ini akan diuraikan mengenai akal dan hawa nafsu dalam berbagai aspeknya, serta hubungannya dengan kegiatan pendidikan. Rujukan utamanya adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan akal dan hawa nafsu.




Blog, Updated at: 23.19

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Dalam pribadi manusia, baik yang jasmaniah maupun yang rohaniah, terdapat dua bagian yang berbeda sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju ke arah kesempurnaan. Adapun dua bagian kondisi pribadi manusia itu  meliputi: (1) Bagian pribadi materil yang kuantitatif dan (2) Bagian pribadi fungsional yang kualitatif.
Kenyataan itulah yang melahirkan perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan. Bagian pribadi materiil yang kuantitatif mengalami pertumbuhan, sedangkah bagian pribadi fungsional yang kualitatif mengalami perkembangan.
Pertumbuhan adalah sebagai kuantitatif pada materiil pribadi sebagai akibat  dari adanya pengaruh  lingkungan. Materiil pribadi seperti: sel, kromosom, butir darah, rambut, lemak, tulang, adalah tidak dapat di katakana berkembang melainkan bertumbuh/tumbuh. Struktur konsep tersebut di atas sesungguhnya masih perlu diterangkan atau dijabarkan lebih lanjut, tetapi adalah bukan maksud kami dalam buku ini untuk mengupas hal tersebut secara lebih mendetail. Pertumbuhan dinyatakan dalam bentuk perubahan yang terjadi bagian-bagian materil, akan tetapi pertumbuhan itu sendiri mempunyai sifat kesatuan dan keumuman dalam hal ini suatu organisme.




Blog, Updated at: 23.07

Perkembangan dan Penggunaan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pendidikan adalah usaha sabar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pada hakekatnya pembelajaran bahasa, khususnya bagi bahasa Indonesia yaitu belajar berkomunikasi dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis serta untuk mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dalam segala fungsinya yaitu sebagai sarana berpikir atau bernalar.
Di lembaga pendidikan yang bersifat formal seperti sekolah,  keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar siswa dalam prestasi belajarnya.  Kualitas dan keberhasilan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru memilih dan menggunakan metode pengajaran. Kenyataan dilapangan,  khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia,  kegiatan pembelajarannya masih dilakukan secara klasikal.





Blog, Updated at: 23.01

Masyarakat Madani dan perkembanganya

Wacana masyarakat madani yang sudah menjadi arus utama dewasa ini, baik di lingkungan masyarakat, pemerintah, dan akademisi, telah mendorong berbagai kalangan untuk memikirkan bagaimana perkembangan sektor-sektor kehidupan di Indonesia yang sedang dilanda reformasi itu dapat diarahkan kepada konsep masyarakat madani sebagai acuan baru. Dalam perkembangan wacana tersebut bidang ekonomi agaknya belum mendapatkan perhatian. Di bidang ini, yang masih menjadi acuan utama adalah konsep demokrasi ekonomi,
Ekonomi Pancasila, dan akhir-akhir ini, ekonomi rakyat. Pertanyaannya adalah, apa kaitan konsep ekonomi madani dengan konsep-konsep yang juga masih ramai diperbincangkan itu? Salah satu masalah yang timbul dalam wacana baru tersebut adalah bahwa konsep masyarakat madani itu sendiri dewasa ini masih berada dalam proses pencarian.





Blog, Updated at: 22.52

Membahas tentang Pembawaan dan Lingkungan

Setiap individu yang lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu. Ini berarti, bahwa karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan/pemindahan dari cairan-cairan “germinal”dari pihak orang tuanya. Disamping itu, individu tumbuh dan berkembang tidak lepas dari lingkunganya, baik lingkungan fisis, psikologis, maupun lingkungan sosial. Setiap pertumbuhan dan perkembangan yang kompleks merupakan hasil interaksi dari hereditas dan lingkungan. Agar kita dapat mengerti dan mengontrol perkembangan tingkah laku manusia, kita hendaknya mengetahui hakikat dan peran dair masing-masing(Hereditas dan lingkungan).
Warisan atau keturunan yang dibawa anak sejak dari kandungan sebagian besar berasal dari kedua orang tuanya dan selebihnya berasal dari nenek moyangnya dari kedua belah pihak (ibu dan ayahnya).
Secara fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu, system saraf, peredaran darah, pernapasan, pencernaan makanan, kelenjar-kelenjar indoktrin, sel-sel pertumbuhan dan kesehatan jasmani.
Secara Psikologis,lingkungan mencakup segenap stimulus yang diterima oleh individu mulai sejak dalam konsesi, kelahiran sampai matinya. Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembanganya bergantung kepada keadaan lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan rohaninya.






Blog, Updated at: 22.45

Bahtsul Masail dan Istinbat Hukum Nahdlatul Ulama (NU)

NU sebagai jam’iyah sekaligus gerakan diniyah Islamiyah dan ijtima’iyah, sejak berdirinya telah menjadikan faham ahlussunnah wal jama’ah sebagai basis teologi (dasar beraqidah) dan menganut dari salah satu dari empat madzhab : Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali sebagai pandangan dalam berfiqh. Dengan mengikuti empat madzhab fiqh ini, menunjukkan elestisitas dan fleksibelitas sekaligus memungkinkan bagi NU untuk beralih madzhab secara total atau dalam beberapa hal yang dipandang sebagai kebutuhan (hajah) meskipun kenyataannya dalam keseharian para ulama NU menggunakan fiqh Indonesia yang bersumber dari madzhab Syafi’i. Hampir dapat dipastikan bahwa fatwa, petunjuk dan keputusan hukum yang diberikan oleh ulama NU dan kalangan pesantren selalu bersumber dari madzhab Syafi’i.
    Dengan menganut salah satu dari empat madzhab dalam fiqh, NU sejak berdirinya memang selalu mengambil sikap dasar untuk bermadzhab. Sikap ini secara konsekuen ditindak lanjuti dengan upaya pengambilan hukum fiqh dari referensi dari kitab-kitab fiqh yang umumnya dikerangkakan secara sisetematik dari beberapa komponen: ibadah, mu’amalah, munaqahah (mnhukum keluarga), jinayah/qadha’ (pidana/peradilan). Dalam hal ini para ulama NU dan forum bahstul masail mengarahkan orentitasnya pada pengambilan hukum kepada pendapat para mujtahid yang muthlaq maupun muntashib. Bila kebetulan ditemukan pendapat yang telah ada nashnya, maka qaul itulah yang dipegangi, kalau tidak ditemukan maka akan beralih ke pendapat hasil takhrij. Bila terjadi khilaf (perbedaan) maka diambil yang paling kuat sesuai pentarjihan ahli tarjih. Mereka juga sering mengambil keputusan sepakat dalam khilaf, akan tetapi mengambil sikap dalam menentukan pilihan sesuai dengan situasi kebutuhan hajiyah tahsiniyah (kebutuhan sekunder maupun dharuriyah (kebutuhan primer).
    Dari segi historis maupun operasionalitas, bahstul masail NU merupakan forum yang sangat dinamis, demoktratis dan berwawasan luas. Dikatakan dinamis sebab persoalan (masail) yang digarap selalu mengikuti perkembangan hukum di masyarakat. Demokratis karena forum tersebut tidak ada perbedaan antara kiyai, santri yang tua maupun yang muda. Pendapat siapapun yang paling kuat itulah yang diambil. Dikatakan berwawasan luas sebab dalam bahstul masail tidak ada dominasi madzhab dan selalu sepakat dalam khilaf.






Blog, Updated at: 22.36

Nilai Filsafat Ekonomi Islam

Islam adalah agama yang universal dan komprehensif. Universal berarti bahwa Islam diperuntukkan bagi seluruh ummat manusia di muka bumi dan dapat diterapkan dalam setiap waktu dan tempat sampai akhir zaman. Komprehensif artinya bahwa Islam mempunyai ajaran yang lengkap dan sempurna (syumul). Kesempurnaan ajaran Islam,  dikarenakan Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, tidak saja aspek spiritual (ibadah murni), tetapi juga aspek mu’amalah yang meliputi ekonomi, sosial, politik, hukum, dan sebagainya.
Al-Qur’an secara tegas mendeklarasikan kesempurnaan Islam tersebut.  Ini dapat dilihat dalam beberapa ayat, seperti pada surat Al An’am ayat 38, “Sedikitpun  tidak kami lupakan di dalam kitab suci Al-Qur’an (QS. 6:38); surat Al-Maidah ayat 3 “Pada  hari ini Kusempurnakan bagi kamu agamamu dan Kusempurnakan bagi kamu nikmatKu dan Aku ridho  Islam itu sebagai agama kamu”. Dalam ayat lainnya Allah berfirman, “Kami menurunkan Al-Qur’an untuk menjelaskan  segala sesuatu” (QS.16:89).
Kesempurnaan Islam ini tidak saja disebutkan dalam Al Quran, namun juga dapat dirasakan baik itu oleh para ulama dan intelektual muslim sampai kepada non muslim.  Seorang orientalis paling terkemuka bernama H.A.R Gibb mengatakan, “Islam is  much more than a system of theologi its a complete civilization” (Islam bukan sekedar sistem theologi, tetapi merupakan suatu peradaban yang lengkap).





Blog, Updated at: 22.26

Nahdlatul Ulama (NU) dalam Berbangsa dan Bernegara

Peran Nahdlatul Ulama (NU) bagi perjalanan peradaban ke Indonesia-an tidak bisa  dipandang sebelah mata. Sikap akomodatif terhadap kebudayaan lebih di letakkan dalam rangka menunjukan bahwa agama (islam) selalu member peluang bagi tumbuh kembangya kebudayaan yang memang menjadi “naluri” masing-masing komunitas. Itu sebabnya, NU selalu merawat kebudayaan (local) sebagai alat untuk mengembangkan tradisi keagamaan yang berpahamkan Ahlussunah Waljamaah. Wajah agama (islam) yang ditawarkan NU adalah agama yang berwajahkan ke Indonesia-an. Sikap akomodatif ini tidaklah diambil berdasarkan memandang kebudayaan sesuatu yang hitam putih.
NU Sebagai  institusi tempat mengadu berbagai persoalan yang dihadapi dan tempat bernaung warganya, menurut Koordinator Forum Studi Agama dan Demokrasi (ForSAD) ini, harus melakukan langkah-langkah amaliah (praktis) yang nyata, dan tidak hanya kata-kata (qaul). Dan menjadikan pribadi NU contoh serta teladan dalam merespon realitas yang dihadapi masyarakat dengan senantiasa merasakan penderitaan warganya. Sehingga prinsip pokok mabadi khoriul ummah dan amar ma’ruf nahi munkar, yang betul-betul membumi.
Dari gagasan diatas adalah upaya penyelenggaraan memori dan memberikan motivasi bagi elit NU dari tingkat pengurus besar sampai pengurus ranting untuk selalu berkomitmen dan ikhlas dalam menggerakan NU sesuai semangat khittah, agar benar-benar membela kepentingan umat secara praktis dan tidak lagi terjebak politik praktis.





Blog, Updated at: 22.22

Keuangan Islam di Era Ekonomi Global

Image result for ekonomi global



Keuangan Islam tidak lagi dapat dianggap sebagai mode yang using (kuno) ataupun  sebagai epifenomena (fenomena sekunder) Revivalisme Islam. Pada saat ini, institusi-institusi keuangan Islam sudah beroperasi di lebih dari 70 negara.
Blog, Updated at: 21.49

Sifat Terpuji Kerukunan Antar Umat Beragama



Menganut suatu keyakinan terhadap adanya kekuasaan yang tak terbatas yang menguasai segala sesuatu yagn selanjutnya disebut sebagai perasaan naluri beragama adalah merupakan fitrah manusia. Itulah sebabnya ketika Allah SWT menurunkan ajaran-Nya yang berisi perintah beriman kepada-Nya, maka perintah tersebut sejalan dengan fitrah manusia. Dengan firman Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 31 yang berbunyi:
 Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Q.S. Ar-Rum:31).



Download File


Blog, Updated at: 21.33

Pengertian dan Struktur Kaidah Sintaksis


Sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu “sun” yang berarti “dengan” dan kata “tattein” yang berarti “menempatkan”. Secara etimologi sintaksis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata / kalimat.

Meliputi tentang fungsi sintaksis, kategori sintaksis dan peran sintaksis. Menurut Verhaar (1978) fungsi-fungsi sintaksis itu yang terdiri dari unsur-unsur SPOK itu merupakan ”kotak-kotak kosong” atau ”tempat-tempat kosong” yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Tempat-tempat kosong itu akan diisi oleh sesuatu yang berupa kategori dan memiliki peranan tertentu.



Download File


Blog, Updated at: 21.28